Selasa, 12 Juli 2011

0 SINTAKSIS



·         Studi tata bahasa (grammar) terbagi dalam 4 cabang, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik.

·         Sintaksis adalah bagian dari tata bahasa yang membicarakan struktur frasa, klausa, dan kalimat atau bagian dari tata bahasa yang membicarakan bagaimana kata-kata disusun untuk membentuk satuan kebahasaan yang lebih besar (frasa, klausa, dan kalimat).

·         Arti suatu kalimat ditentukan oleh arti kata-kata yang membentuknya, tetapi arti kalimat lebih dari sekadar gabungan dari arti kata-kata yang membentuknya.

·         Ketiga kalimat berikut ini meskipun terbentuk dari kata-kata yang sama, tetapi memiliki arti yang berbeda, kalimat (1.c) bahkan merupakan kalimat yang tidak gramatikal.
1.a       Ali memberi Hasan hadiah ulang tahun.                                                                     1.b            Hasan memberi Ali hadiah ulang tahun.                                                         1.c       *Hadiah ulang tahun Hasan Ali memberi.
·         Kalimat merupakan rangkaian kata-kata, tetapi tidak setiap rangkaian kata-kata merupakan kalimat. Rangkaian kata-kata yang merupakan kalimat adalah rangkaian kata-kata yang sesuai dengan kaidah sintaksis (syntactic rules) bahasa yang bersangkutan.

·         Kaidah sintaksis berbeda dari satu bahasa ke bahasa yang lain sehingga rangkaian kata yang gramatikal dalam bahasa A belum tentu gramatikal dalam bahasa B, demikian pula sebaliknya.

·         Setiap penutur bahasa memiliki pengetahuan mengenai kaidah sintaksis bahasanya. Kaidah sintaksis diperoleh penutur bahasa secara tidak sadar ketika mereka belajar bahasa pada masa kanak-kanak.

·         Meskipun setiap penutur bahasa menguasai kaidah sintaksis dalam bahasa mereka, mereka belum tentu mampu merumuskan kaidah sintaksis itu.

·         Adalah tugas tata bahasawan untuk merumuskan kaidah sintaksis dalam suatu bahasa ke dalam rumusan yang eksplisit.

·         Rumusan kaidah sintaksis (atau lebih luasnya kaidah tata bahasa) suatu bahasa haruslah mencerminkan pengetahuan mengenai kaidah sintaksis penutur bahasa yang bersangkutan.

·         Jadi, yang hendak dirumuskan tata bahasawan adalah pengetahuan kaidah sintaksis dalam diri penutur bahasa. Sayangnya, tata bahasawan tidak bisa mendapatkan data langsung mengenai hal itu karena pengetahuan itu ada dalam pikiran penutur bahasa (pengetahuan mengenai kaidah sintaksis itu tidak tampak).

·         Data yang dapat dicapai oleh tata bahasawan adalah tuturan-tuturan yang keluar dari mulut penutur bahasa dan harus diingat bahwa tuturan-tuturan itu bersifat terbatas, tidak sama dengan pengetahuan yang ada dalam otak mereka. Tuturan-tuturan itu bukan merupakan cermin langsung dari pengetahuan penutur bahasa.

·         Rumusan kaidah sintaksis haruslah:
o   mampu memisahkan kalimat yang gramatikal dari kalimat yang tidak gramatikal
o   tidak hanya mendeskripsikan kalimat yang ada, tetapi juga kalimat yang mungkin ada
o   menggunakan rumusan yang terbatas, tetapi dapat menghasilkan kalimat yang tak terbatas, baik dalam hal jumlah maupun panjangnya

The boy read book
The boy who read the book …           Anak yang membaca buku itu
The book that the boy read …                        *Buku yang anak itu membaca …
                                                            Buku yang dibaca anak itu …

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Nikychoy Synyster Blog Copyright © 2011 - |- Template created by Niky Choy