Kamis, 14 Juli 2011

0 MARX TENTANG PENJELASAN ILMIAH


oleh Jindrich Zeleny

Jawaban-jawaban Marx atas pertanyaan-pertanyaan mengenai tujuan analisis teoritikal yang dipergunakan dalam CAPITAL, jika dikemukakan secara terpisah-pisah satu dari lainnya, pada pengelihatan pertama berbeda, dan kadang-kala bahkan saling bertentangan satu sama lainnya.
Tujuan analisis dalam CAPITAL, menurut Marx, adalah memberikan analisis mengenai modal dalam struktur dasarnya, menyajikan organisasi inti dari cara produksi kapitalis, bahkan dalam gaya idealnya.1) Di lain tempat Marx juga merumuskan tujuan analisis teoritikalnya mengenai kapitalisme itu dalam perumusan yang terkenal: '.....menjadi tujuan pokok karya ini untuk mengungkapkan hukum gerak ekonomi dari masyarakat modern.....'2) Ini berarti menerangkan hukum-hukum istimewa yang menentukan asal- usul, keberadaan, perkembangan dan kematian suatu organisme sosial tertentu dan pergantiannya oleh suatu organisasi sosial lain yang lebih tinggi' 3) Tekanan lebih dulu diletakkan atas organisasi inti, struktur dasar, kemudian atas hukum-hukum gerak, hukum-hukum perkembangan. Bagi Marx, suatu analisis struktural dan genetik tidak mengandung pertentangan, dan tidak menghasilkan suatu penanganan paralell atau beruntun. Yang menjadi perhatian Marx adalah menyajikan cara produksi kapitalis itu sebagai suatu struktur yang berkembang-sendiri, lahir-sendiri dan hancur-sendiri. Analisis teoretikal yang mengarah pada tujuan ini adalah suatu analisis struktural-genetik yang terpadu.
Dalam pengertian yang sama sebagaimana Marx berbicara tentang struktur dasar, ia juga merujuk pada hubungan-hubungan yang bersesuaian dengan konsep modal, tipe umum dari hubungan kapitalis.4) Maka dalam hubungan-arti itu memahami secara ilmiah bagi Marx berarti penyajian karakteristik-karakteristik dari suatu tipe, organisme atau keutuhan tertentu yang berkembang- sendiri.....melakukan suatu analisis struktural-genetik.
Originalitas prosedur Marx dapat didemonstrasikan dengan membandingkannya dengan yang oleh pendahulu-pendahulunya, teristiwa Ricardo, dalam ekonomi politik teoretikal diartikan dengan penjelasan ilmiah, dengan batasan bahwa mereka memaparkan tafsiran- tafsiran mereka mengenai penjelasan ilmiah itu hanya secara implisit (Ricardo) atau secara implisit dan eksplisit (Adam Smith).5)
Ada keterbatasan-keterbatasan dalam suatu analisis perbandingan seperti itu. Perbandingan-perbandingan dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara: secara supra-historikal dan kontinjen......dalam hal mana perbandingan itu bukannya mendekatkan, melainkan bahkan menjauhkan kita dari suatu pemahaman yang benar, atau cara merujuk pada asal-mula asal-mula: dalam hal ini maka penerapan metode perbandingan itu, spesifikasi dari perbedaan- perbedaan atau persamaan-persamaan, menjadi perkiraan- perkiraan dan alat bagi pengumpulan material untuk penanganan lebih lanjut, akan suatu pemahaman secara materialis-dialektikal mengenai gejala dalam keharusan pekembangannya. Kita lakukan analisis perbandingan dalam pengertian yang kedua. Di antara sistem-sistem ekonomi Ricardo dan Marx terdapat suatu hubungan genetik langsung. Dua tipe penjelasan ilmiah yang berbeda terkandung dalam sistem- sistem ilmiah yang meliput subjek yang sama. Karenanya terdapat titik tolak yang menguntungkan bagi penafsiran originalitas konsep Marx mengenai penjelasan ilmiah, yaitu tipe logikal dari pemikiran ilmiah Marx pada tahap pertama perkembangannya. Namun, aku tidak mempersoalkan di sini aspek-aspek pertanyaan lebih luas mengenai bagaimana konsep metode ilmiah Ricardo--yaitu yang termasuk pada tipe logikal Locke--diklasifikasikan dalam tatanan historikalnya yang luas, kedudukan apa yang ditempatinya, dan hubungan apa yang dipunyainya dengan tipe-tipe metode ilmiah lainnya dalam ilmu modern, dsb.6) Analisis perbandingan awal yang kulakukan bagaimanapun tidak mempermasalahkan perbedaan antara konsepsi Marx dan suatu tipe penjelasan ilmiah pra-Marxis yang penting, sebagaimana yang dikembangkan dalam filsafat klasik Jerman, teristimewa oleh Hegel. Penggarapan konsekuensi-konsekuensi analisis perbandinganku yang bersifat pengantar tentu saja tidak mungkin dilakukan dalam bab-bab berikutnya tanpa meneliti peranan Hegel dalam perkembangan tipe logika Marx dan menerangkan originalitas konsep Marx dalam hubungannya dengan Hegel.
Dalam analisis Ricardo mengenai kapitalisme terkandung suatu konsep penjelasan ilmiah yang dapat dikarakterisasi sebagai berikut:
(a) Ia membedakan permukaan empirikal dari hakekat (esensi).
(b) Hakekat itu difahami sebagai sesuatu yang tidak dapat berubah, sesuatu yang sudah ada dan untuk selama-lamanya, jadi analog dengan hukum-hukum Newton. Bentuk-bentuk empirikal dari gejala-gejala dianggap sebagai bentuk-bentuk fenomenal langsung dari suatu esensi yang tetap, yang sebagian diteliti dan kemudian ditetapkan, dan sebagian lagi diterima sebagai suatu perkiraan yang berdiri sendiri. Bentuk-bentuk empirikal dari gejala-gejala adalah tetap karena sifat a-historikalnya dan bersamaan dengan itu bersifat variabel dalam hubungannya dengan perubahan-perubahan kuantitatif.
(c) Persoalan-persoalan mengenai sasaran seluruh analisis itu muncul dalam suatu bentuk yang lebih dijabarkan:
  1. perubahan-perubahan kuantitatif apakah yang terjadi pada bentuk-bentuk empirikal itu jika itu bergantung pada perubahan- perubahan dalam esensinya;
  2. Perubahan-perubahan kuantitatif apakah yang terjadi pada bentuk-bentuk empirikal itu jika bentuk-bentuk empirikal tertentu yang berada dalam suatu hubungan timbal-balik berbeda secara kuantitif?
Jumlah kerja yang diperlukan untuk produksi suatu barang dagangan jelaslah menjadi esensi tetap yang menjadikan mungkin--demikian menurut Ricardo--difahaminya secara asasi semua gejala ekonomi kapitalis dan untuk menetapkan hukum-hukum yang mengatur distribusi ini..... di antara tiga klas dalam masyarakat, yaitu pemilik tanah, pemilik saham atau modal.... dan kaum buruh....7) yang, menurut Ricardo, menjadi tugas pokok ekonomi politik.Perbedaan asali antara gejala empirikal dan esensi mula-mula muncul pada Ricardo dalam bentuk sebuah pertanyaan: apakah sebenarnya dasar nilai tukar semua barang?8) Jika kita meneliti kedalam struktur penyajian kapitalisme oleh Ricardo, setelah penentuan azas bahwa kerja adalah substansi nilai-tukar, maka yang kita dapatkan dalam kenyataannya adalah suatu pembagian bab-bab yang agak tidak logikal yang bercirikan pertanyaan- pertanyaan yang diajukan secara beruntun oleh Ricartdo. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah yang berikut ini:
Apakah yang menjadi sebab utama dari perubahan-perubahan dalam nilai-nilai nisbi (relatif) suatu barang dagangan?
Apakah adanya kualitas-kualitas kerja yang berbeda menjadi sebab perubahan-perubahan dalam nilai nisbi suatu barang dagangan?
Apakah penggunaan modal konstan yang lebih besar atau yang lebih kecil mempengaruhi perubahan dalam nilai nisbi suatu barang dagangan?
Apakah naiknya atau turunnya upah-upah mempengaruhi salah satu perubahan dalam nilai nisbi suatu barang dagangan?
Akibat-akibat apakah yang timbul dari perubahan-perubahan dalam nilai uang atau dari perubahan-perubahan dalam nilai barang-barang dagangan yang ditukarkan dengan uang?
Apakah pemilikan atas tanah dan perkembangan sewa yang dihasilkan olehnya, mempengaruhi nilai nisbi barang-barang dagangan, secara tidak tergantung pada jumlah kerja yang diperlukan untuk produksi barang-barang dagangan?
Apakah yang menjadi sebab perubahan terus-menerus dalam laba dan tingkat bunga yang dihasilkan olehnya?
Secara keseluruhan kita meneliti perubahan-perubahan dalam nilai-tukar (suatu hubungan kuantitatif) dengan perkiraan bahwa kerja menjadi dasar nilai-tukar dan bahwa ia bergantung pada perubahan-perubahan kuantitatif pada faktor-faktor dan bentuk-bentuk empirikal yang berbeda dari ekonomi kapitalis.
Menamakan penelitian Ricardo sebagai suatu kuantitativisme berarti mengabaikan kenyataan bahwa ia tidak bekerja dengan suatu reduksi lengkap dari ciri-ciri kualitatif pada ciri-ciri kuantitatif. Ia juga tidak sampai pada mekanika klasikal dan materialisme mekanikal.9) Dalam penyajian-penyajiannya memang terdapat determinasi-determinasi kualitatif, tetapi analisis teoretikal Ricardo tidak memperlakukan itu sebagai determinasi-determinasi kualitatif, karena--bertentangan dengan sifat determinasi-determinasi kualitatif--itu semua ditarik secara tidak kritikal dari permunculan-permunculan, dari dunia empirikal, sebagai tetap, tidak dapat berubah, langsung. Maka, misalnya upah, laba dan bunga adalah bentuk-bentuk pendapatan dalam kapitalisme yang secara kualitatif dibeda-bedakan. Ricardo tidak meneliti itu semua, namun, dalam hubungan kualitas-kualitas khasnya, melainkan menganggap itu sebagai tiga sumber alamiah yang konstan dari tiga klas alamiah yang konstan dari kependudukan dan mengabdikan seluruh penelitiannya pada masalah perbedaan-perbedaan dalam hubungan-hubungan kuantitatif yang berbeda di antara ketiga bentuk pendapatan itu, teristimewa antara faktor-faktor yang berbeda dalam cara produksi kapitalis dan bentuk-bentuk pendapatan itu.10) Ini menunjukkan betapa pendirian kuantitatif yang berat-sebelah itu menyertai pendirian a-historikal.
Pendirian kuantitatif juga terdapat dalam karya Ricardo dengan masuknya perbedaan dasar antara nilai-tukar dan esensinya, sebagaimana disebut di atas. Ricardo tidak selalu konsisten dalam pembedaan itu. Sekalipun lebih sering dibedakannya antara hubungan-hubungan kuantitatif (dalam hubungan soal ini nilai relatif) dan yang dapat orang sebut nilai mutlak yang muncul dalam hubungan kuantitatif itu, Ricardo kadang-kadang mengacaukan persoalan-persoalan, yang di kemudian hari dibikin terang oleh Marx dengan membedakan antara nilai (substansi-nilai) dan nilai-tukar (bentuk nilai). Pada umumnya, Ricardo tidak mengembangkan perbedaan ini, padahal ini diperlukan agar memahami dasar sesungguhnya dari nilai-tukar dan untuk memusatkan analisis secara tepat pada penelitian atas perubahan-perubahan kuantitatif dalam nilai-nilai tukar.
Catatan:
1. Karl Marx, Capital, Vol.3, Progress, Moscow, 1971, hal. 267, 837. (Selanjutnya disebut Capital, vol.3)
2. Karl Marx, Capital, Vol.1, Allen & Unwin, London, 1957, hal.xix. (Selanjutnya disebut Capital vol.1)
3. Ibid, hal. 102
4. Capital, vol.3, hal. 143
5. Lihat Adam smith, Essays on Philosophical Subjects, Basel, 1799, hal. xix. (Selanjutnya disebut Smith, Essays.)
6. Lihat V. Filkorn, dalam Metoda vedy, Bratislava, 1956, hal. 6, 60, 139, 142, 160, dsb.; dan R. Lenoble, "Types d'explication et type logiques au cours de l'histoire des sciences", dalam Actes du XIieme Congres International de Philosophie, Amsterdam dan Louvain, 1953, hal. 10-15; dan lihat di bawah, Bagian III, Bab. 18
7. David Ricardo, Principles of Political Economy and Taxation, Ed. ke-3, ed. R.M. Hartwell, Penguin, Harmondsworth, hal.49. (Selanjutnya disebut Ricardo, Principles.)
8. Ibid., hal 57, dan lihat juga hal. 55-71, passim.
9. Pendirian kuantitatif Ricardo yang berat-sebelah dibedakan dari positivisme, yang memisahkan hubungan rupa dan esensi dari penjelasan ilmiah dan menurunkan pengetahuan ilmiah menjadi hubungan-hubungan matematikal pada tingkat rupa.
10. Lihat pemaparan Ricardo mengenai sifat modal dan sifat sewa dalam Principles, passim

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Nikychoy Synyster Blog Copyright © 2011 - |- Template created by Niky Choy