Senin, 27 Juni 2011

0 Mengenal diri sendiri

Saya memungut secarik kertas...entah sobekan koran atau majalah......
dan ketika saya baca....:

" Orang yang tidak bisa merasakan kebahagiaan di dalam rumahnya, maka ditempat lain pun tidak akan pernah merasa bahagia.
Orang yang tidak disenangi keluarganya, maka orang lain pun tidak ada yang senang dengan tulus kepadanya.
Orang yang menyia-nyiakan hari ini berarti dia telah menggadaikan hari esok...."

Bila memang benar begitu...adalah kerugian yang besar apabila oleh keluarga sendiri, kita disia siakan dan tidak diperhatikan...

BAGAIMANA MENGENAL DIRI SENDIRI
___________________________________________

Kunci proses pengembangan diri adalah mengenal diri sendiri. Ini tidak hanya
berlaku bagi keberhasilan di bidang karier, melainkan juga di berbagai
bidang kehidupan lainnya, termasuk keluarga, sosial masyarakat, dan spiritual.

Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya. Ia menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta tahu bagaimana menggunakannya demi mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia
lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya.

Jawablah dengan jujur, apakah kita benar-benar mengenal diri kita sendiri?

Ada banyak metode mengenal diri. Salah satunya adalah dengan mengisi kuisioner.

Apa pun bentuk metode yang dipilih, tuntutan dasarnya adalah seseorang harus jujur pada dirinya sendiri. Ambil contoh ringan, banyak orang tidak jujur saat mengisi kuisioner mengenai dirinya, terlebih lagi bila hasil kuisioner tersebut dinilai oleh pihak lain.

Mereka mengira dengan menulis jawaban yang ideal, mereka akan mendapatkan hasil penilaian yang baik, padahal mereka sedang membohongi diri mereka sendiri, yang justru mengagalkan proses pengembangan diri. Penyebab utamanya adalah karena banyak orang bersikap untuk memenuhi harapan orang lain. Ketidakjujuran dan ketidakmampuan untuk bersikap apa adanya membuat mereka tidak menjadi diri mereka sendiri.

Apakah kita jujur pada diri kita sendiri?

Seringkali menjadi jujur pada diri sendiri terasa menyakitkan. Banyak orang merasa mandek dalam kariernya. Mereka menganggap orang lain dan lingkungan sebagai sumber kegagalan. Mereka mengingkari bahwa penyebabnya justru berasal dari dalam diri mereka sendiri. Di lain pihak, seringkali pula orang tidak mampu jujur pada diri sendiri karena salah dalam memahami keberhasilan yang sedang diraihnya.

Banyak orang berhasil lalu mengira mampu melakukan apa saja. Mereka mengembangkan kedua belah lengannya lebar-lebar dan menyangka akan berhasil di semua hal. Mereka tak mau mengakui bahwa ada batas-batas yang tak mungkin dilalui.

Jujur pada diri sendiri adalah bersedia untuk menerima segala sesuatu apa adanya. Mengenali diri sendiri adalah belajar untuk menilai dan memahami diri sendiri dengan pikiran jernih tanpa dibebani dengan prasangka, harapan, ketakutan dan perasaan-perasaan lain.

Maukah kita memaafkan segala sesuatu yang telah terjadi, dan
menerima sebagaimana adanya dengan hati lapang?

Mengenal diri sendiri bukan sekedar mengenal nama, alamat, usia, dan apa-apa
yang tercantum dalam curiculum vitae. Mengenal diri sendiri adalah proses
dan hubungan timbal balik antara seseorang dengan dirinya sendiri. Dalam
kehidupan sehari-hari, orang terbiasa untuk berhubungan dengan orang lain.
Mereka mengembangkan berbagai cara komunikasi efektif dengan orang lain demi
tercapainya tujuan.

Demikian pula halnya dengan belajar mengenal diri sendiri, seseorang harus mengembangkan bentuk komunikasi timbal balik yang baik dengan dirinya sendiri. Mereka harus menumbuhkan kemampuan untuk melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh dirinya sendiri agar mampu memahaminya dengan baik.

Proses ini adalah ketrampilan yang harus diasah terus-menerus. Pada awalnya selalu terasa berat, karena sebelum bertindak seseorang harus mengkomunikasikannya terlebih dahulu dengan dirinya sendiri, "apakah ini adalah sesuatu yang sesuai dengan diri saya? apakah ini benar-benar menjadi keinginan diri saya?"

Dengan kata lain proses mengenal diri sendiri adalah proses membangkitkan kesadaran diri. Dan, bagian terberat dalam proses ini adalah belajar untuk disiplin.

Apakah kita sanggup melakukan disiplin diri?

Salah satu bentuk disiplin yang menuntun pada pengenalan diri adalah
mengamati diri secara cermat - mengamati setiap perasaan, pikiran, harapan,
keinginan, kegembiraan dan lain-lain yang terjadi dalam diri sendiri. Para
spiritualis biasa melakukan ini dengan bermeditasi, khusyu', mengheningkan
cipta, atau berbagai istilah lain. Pengamatan ini menumbuhkan kesadaran yang
lebih tenang, yang mampu melihat secara jernih pikiran dan perasaan yang
sedang terjadi, kemampuan, bakat dan ketrampilan yang dimiliki, kekuatan dan
kesempatan untuk menggunakan semua pikiran, perasaan, kemampuan, bakat dan ketrampilan itu untuk sebaik-baiknya kehidupan karier. Pengamatan diri ini
dapat dilakukan di setiap saat sembari melakukan kegiatan sehari-hari.
Justru dalam kegiatan sehari-hari itulah seseorang berkesempatan untuk
menyadari betapa banyak gejolak pikiran, perasaan yang muncul silih berganti.

Apakah kita bersedia menjadi diri kita sendiri?

Banyak orang mengaburkan arti menjadi "diri sendiri" dengan "semaunya
sendiri". Menjadi diri sendiri melalui proses mengenal diri adalah
menumbuhkan pengendalian diri karena dalam mengembangkan dirinya seseorang harus senantiasa berjalan pada potensi-potensi yang dianugerahkan padanya.

Selain itu, banyak orang menjadi apa yang dikatakan orang lain dan
menganggapnya itu sesuai dengan dirinya. Yang perlu disadari adalah bahwa
setiap orang itu berbeda dan unik. Tak ada orang yang sama. Mereka
dianugerahi kemampuan, potensi dan bakat yang berbeda-beda.Tugas manusia
adalah menggunakan semua itu untuk kemajuan kehidupan ini. Tujuan mengenal
diri untuk pengembangan karir adalah mengenal apa potensi-potensi,
bakat-bakat, kemampuan dan ketrampilan yang ada pada diri agar bisa
digunakan untuk kemajuan karir.

Selain itu, mengenal diri akan menumbuhkan kesadaran dan pengendalian diri, suatu bentuk pengembangan emosi dan spiritual yang dibutuhkan untuk mengiringi langkah kemajuan karir.

KEGIATAN ALTERNATIF

Ambil waktu senggang, carilah suasana tenang. Persiapkan diri anda untuk
melakukan kegiatan ini. Mungkin kegiatan ini akan berlangsung selama 30
menit atau lebih.

Dalam melaksanakan kegiatan ini bersikaplah seperti menonton film kehidupan anda. Jangan biarkan emosi anda terlibat.
Berusahalah untuk menerima apa yang telah terjadi. Bila anda bermaksud
menafsirkan apa yang mungkin terlintas dalam kegiatan ini, maka anggaplah
bahwa tidak ada sesuatu pun yang sia-sia, selalu bertujuan, dan baik bagi
pengembangan diri.

1--Ambillah secarik kertas, tuliskan nama, tempat dan tanggal lahir, dan data pribadi anda lain yang patut anda ketahui.

Mampukah anda mengenal diri anda melalui data-data yang anda tulis sendiri sembari melepaskan segala harapan-harapan, ketakutan dan kecemasan yang mungkin pernah ditanamkan dalam benak anda? Mampukah anda melihat diri anda melalui data-data yang anda tulis dengan cara pandang yang polos dan sederhana?
Apakah anda bisa menyadari bagaimana kepribadian yang biasa anda kenakan dalam kehidupan sehari-hari?

2--Kini tuliskan riwayat pekerjaan anda. Anda bisa memulainya dari awal atau
akhir. Yang penting adalah anda mampu melihat seluruh riwayat pekerjaan anda
secara utuh. Mungkin di saat menulis itu, anda teringat pada hal-hal yang
menyenangkan atau menyedihkan.

Biarkan saja. Sekali lagi, pandanglah catatan riwayat pekerjaan anda sesederhana mungkin. Tetapi amati setiap kecenderungan yang muncul yang menerbitkan kegembiraan dalam pekerjaan anda.

3--Tuliskan riwayat pendidikan anda, sejak kecil hingga sekarang. Tuliskan
pula ketrampilan dan hal-hal apa yang pernah anda pelajari. Sebagian mungkin
semakin terasah. Sebagian lain terlupakan.

Lihatlah seluruh riwayat pendidikan dan pengajaran anda secara utuh. Amati setiap kecenderungan yang membuat hidup anda terasa menyenangkan. Apakah anda mampu menemukan hubungan antara pendidikan anda dengan pekerjaan anda sekarang?

4--Cobalah menulis kegiatan-kegiatan yang anda lakukan. Biasanya itu adalah
kegiatan yang menyenangkan dan membuat hidup terasa penuh gairah.

Bisa berupa hobi, petualangan, organisasi sosial, agama, seni, olahraga, dan
lain-lain. Apakah anda menemukan hubungan antara kegiatan-kegiatan ini
dengan pekerjaan dan karir anda sekarang?

5--Lihatlah diri anda kini secara utuh, sekali lagi dengan pandangan yang
polos dan sederhana (tanpa dibebani harapan akan masa depan dan penyesalan
pada masa lalu), mampukah anda menemukan diri anda sekarang sebagai sebuah simpul dari benang-benang masa lalu?

Bisakah anda menemukan hubungan dari semua ini?

Berjalan di atas potensi dan bakat diri selalu berkaitan erat dengan
kebahagiaan dan gairah hidup. Bila anda benar-benar mengerjakan sesuatu yang
sesuai dengan potensi dan bakat, anda akan menemukan kegembiraan dan energi yang luar biasa besar.

Kegiatan di atas hanya selembar kegiatan alternatif untuk mengenal titik-titik potensi yang memicu kebahagiaan dalam diri (bila sekarang anda masih bisa merasakan gairah atas kegiatan anda di masa lalu, maka itu adalah gairah yang muncul dari potensi diri anda.) Tentu takkan cukup lima point kegiatan di atas untuk benar-benar mengenal diri, karena mengenal diri adalah proses yang terus berjalan - bahkan hingga akhir hayat.


Namun setidaknya, dengan sedikit demi sedikit menguak apa yang ada dalam
diri, anda akan menemukan sesuatu hal aturan sederhana: bahwa hanya dengan
menjadi diri sendirilah seseorang menemukan kebahagiaan sejatinya.

Dan, pengembangan diri semestinya bertujuan untuk menemukan kebahagiaan diri yang sejati, bukan yang lain.

http://sweety177.multiply.com/reviews?&page_start=140

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Nikychoy Synyster Blog Copyright © 2011 - |- Template created by Niky Choy