Rabu, 15 Februari 2012

0 Teori Sosiologi: Perkembangan dan Paradigma Utamanya

Teori Sosiologi: Perkembangan dan Paradigma Utamanya

Hubungan antara Teori dan Pengetahuan
Pada pembahasan di pendahuluan ini ditegaskan relevansi teori dengan pengetahuan, yang menyimpulkan bahwa teori tidak abstrak sama sekali dan tidak juga benar-benar praktis. Teori menggambarkan upaya untuk menjelaskan realitas dalam setting keseharian dan ilmiah. Teorisasi menggambarkan upaya untuk menjelaskan lingkungan-lingkungan fisik dan sosial serta mendefinisikan realitas soisal dan fisik individu. Teori, pada prinsipnya adalah “definisi sosial atas situasi pribadi” yang menggambarkan hubungan penting antara pola-pola pemikiran dan perilaku aktual.
Pengertian Teori
Teori adalah kerangka konseptual yang menggambarkan cara-cara mengkonseptualkan fenomena dalam fenomena dalam konteks sudut pandang tertentu yang mengkhususkan variabel-variabel utama yang relevan. Namun kerangka semacam itu mengabaikan penjelasan hubungan internal antarvariabel di dalamnya. Perbedaan tersebut dapat diilustrasikan sepreti pada saat menggambarkan karakteristik bagian budaya tertentu, misalnya budaya hippies, dijelaskan evolusi atau perubahan dalam kelompoknya.
Teori adalah sebagai ‘seperangkat dugaan yang abstrak dan logis yang mencoba untuk menjelaskan hubungan abtrak dan logis yang mencoba untuk menjelaskan hubungna antar fenomena’, dan menekankan bahwa hal itu meliputi delapan struktural elemen, yaitu:
1.      Paradigma (cara pandang)
2.      Seperangkat konsep
3.      Pernyataan-pernyataan (aksioma, dalil, dan hipotesis) yang menitikberatkan pada hubungan logika antar konsep
4.      Kumpulan variabel dan index yang dikerjakan
5.      Metologi yang dirancang untuk menguji kemungkinan hubungan
6.      Analisa data
7.      Penafsiran data
8.      Evaluasi teori yang mengacu pada elemen
Untuk menegaskan karakteristik utama teori, kita beralih pada beberapa penulis utama yang telah bergelut dengan masalah tersebut. Mengenai teori ilmiah formal (lawan dari informal. Ideologis dan tidak daoat diuji), sejumlah penulis masalah itu telah mengembangkan definisi-definisi berikut:
H.M. Blalock mengatakan ‘telah diketahui bahwa teori sama sekali tidak mengandung skema konseptual atau tipologi, tetapi harus mengandung hukum, seperti pertanyaan yang saling menghubungkan dua atau lebih konsep atau veriabel sekaligus.’
Gibbs mendefinisikan ‘teori adalah sejumlah pertanyaan yang saling berhubungan secara logis dalam bentuk penegasan empiris tentang berbagai jenis peristiwa yang tidak terbatas.’
J. hage ‘menurut kesepakatan umum, teori adalah sejumlah penegasan atau pertanyaan teoritis...’
P.D. Reynolds ‘...penggunaan istilah teori merujuk pada pernyataan abstrak yang dianggap sebagai bagian pengetahuan ilmiah dalam perangkat hukum, aksiomatik, atau dalam bentuk proses nonmetodologis.’
A.L. Stinchcombe memberikan definisinya terhadap teori ‘harus menciptakan kapasitas untuk mendapatkan penjelasan-penjelasan.’
Willer menyatakan ‘teori adalah sejumlah hubungan yang terintegritasi dengan tingkat validitas tertentu.’
Dari teori diatas dapat disimpulkan bahwa teori adalah sejumlah penegasan yang logis dan abstrak yang mencoba menjelaskan hubungan antarfenomena.
Landasan suatu teori adalah paradigman yang mendasarinya, yang dalam bab ini didefinisikan sebagai sesuatu yang mengandung konseptualisasi fenomena tertentu yang sedang dijelaskan dan hubungan-hubungna penjelasan yang mendasarinya yang menguraikan cara fenomena ini beroerasi.
Sebuah paradigma menyimpulkan adanya konsep-konsep tertentu, sebuah label atau nama yang diberikan pada sekelompok fenomena. Konsep ini didefinisikan dengan cermat dan ditunjukkan hubungannya pada paradigma yang mendasarinya.
Hubungan logis antar konsep ini perlu diperjelas bahwa semuanya harus dihubungkan secara teorities. Level dan bentuk hubungan ini cenderung bervariasi yaitu bisa bentuk aksioma (penegasan yang dianggap benar luar dalam), proposisi (pernyataan hubungan yang dapat diambil dari aksioma), atau hipotesis (pernyataan hubungan antar konsepdalam bentuk operasionalnya, yakni petunjuk empirisnya).
Konsep dan pernyataan perlu didefinisikan secara empirik atau dioperasionalkan dalam bentuk variabel.tiap-tiap variabel juga mengandung sejumlah index empirik yang didefinisikan oleh jenis alat penelitian yang telah ditulis oleh ahliteori yang memerhatikannya.
Jenis-jenis Teori secara Garis Besar:
1.        Formal dan informal
Teori formal dan ilmiah dibentuk oleh asumsi sebagai dasar metode ilmiah, sedangkan teori informal tidak dibentuk oleh asumsi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari
2.        Deskriptif
Teori bisa deskriptif apabila tidak terdapat paradigma dasar sedangkan teori penjelasan menitikberatkan penjelasan.
3.        Teori ideologi dan ilmiah
Kontes teori bisa ideologis dan bisa ilmiah dengan penekanan pada formulasi asumsi yang secara empirik bisa diujicobakan. Perbedaanya terlatak pada tingkatannya dan bukan pada bentuknya.
4.        Teori intuitif dan objektif
Teori juga berbeda pada tingkat argumentasinya. Pengetahuan yang intuitif dan subjektif merupakan lawan bagi pengetahuan yang eksternal dan objektif.
5.        Teori induktif dan deduktif
Teori bisa berupa deduktif dan induktif, apabila teori itu dari khusus ke umum disebut induktif, sebaliknya apabila dari umum ke khusus disebut dedktif.
6.        Teori mikroskopik dan makroskopik
Teori juga bebeda pada tingkat analisisnya. Teori mungkin memfokTeori juga bebeda pada tingkat analisisnya. Teori mungkin memfokTeori juga bebeda pada tingkat analisisnya. Teori mungkin memfokuskan bidanguskan bidanguskan bidanguskan bidanguskan bidanguskan bidanguskan bidanguskan bidanguskan bidanguskan bidanguskan tingkat yang khususus s s dddan an indiindiindividual, ini disebut teori e. Sebaliknya, bila suatu teori menekankan   ppada hal-hal yang bersifat umum dan sosial disebut makroskopik.
7.        Teori struktural dan fungsional
Teori juga berbeda pada penekanannya..   dalamdalam sosiologi, teori struktural dan fungsional  sosiologi, teori struktural dan fungsional  sosiologi, teori struktural dan fungsional berhubungan dengan struktur masyarakat tertentu dilihat dari fungsi dasarnya.
8.        Teori naturalistik dan sosial
Beberapa teori menggunakan variabel alam, sementara teori lain memusatkan gejala sosial.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Nikychoy Synyster Blog Copyright © 2011 - |- Template created by Niky Choy