Minggu, 19 Februari 2012

0 Gagal mengembalikan File yang terhapus

Meskipun saat ini sudah banyak software recovery dengan kemampuan yang baik, tetapi tidak semua file yang ditampilkan akan bisa dibuka. Bahkan jika tidak berhati-hati, file-file tersebut kadang rusak dan tidak bisa dikembalikan lagi. Hal ini biasa terjadi jika file tersebut merupakan binary file (mp3, doc, xls, file-file video dan lainnya). Binary file merupakan kebalikan dari text file yang isinya hanya berupa text.

Untuk binary file yang berukuran misalnya 40 KB ( 40 x 1024 bytes = 40.960 bytes), kerusakan satu bytes saja bisa menyebabkan file rusak dan tidak bisa dibuka sama sekali, atau jika bisa dibuka tampilannya aneh/rusak. Berbeda jika hanya text files, jika ada bytes yang rusak, maka file masih bisa terbaca. Oleh karena itu jika ada file atau data penting yang terhapus, harus hati-hati menggunakan komputer. Ada beberapa hal yang perlu kita diperhatikan.

Jika file penting terhapus, maka usahakan jangan gunakan komputer untuk menjalankan aplikasi /program apapun. Jika di flashdisk, maka jangan menulis/menambah data apapun di flashdisk. Intinya usahakan agar jangan ada / banyak aktifitas menulis hardisk/flashdisk Misalnya menyimpan data, mencopy data, menjalankan aplikasi yang memerlukan memori hardisk besar seperti photoshop dan lainnya. Apalagi defragment hardisk, dapat dipastikan file yang terhapus kemungkinan besar tidak akan bisa dikembalikan dengan software lagi. Pastikan yang pertama kali dijalankan adalah aplikasi recovery.

Jika software recovery sudah menemukan daftar file-file yang terhapus, maka mulailah merestore file tersebut dan simpan di lokasi drive yang berbeda dengan lokasi asal file. Misalnya file yang terhapus di drive D:\, maka simpan hasil recovery di drive lain misalnya C:\ , E:\ atau di flashdisk. Setelah selesai, dan ternyata tidak bisa dibuka, coba gunakan software recovery yang lain, dengan cara sama. Ketika sudah mencoba beberapa recovery tetapi ternyata filenya tidak bisa dibuka semua, maka kemungkinan memang file tersebut sudah rusak, biasanya datanya ( bytes data ) tertumpuk oleh data lainnya. Jika sebagian isi file hanya berupa text file, dan kita ingin melihat sebagian isinya, maka bisa dicoba dengan membukanya melalui Hex Editor.

Pada dasarnya semua file yang dihapus, baik hapus biasa kemudian empty recycle bin, Shift+Delete, maupun yang dihapus oleh virus, jika waktu diantara file tersebut dihapus dan recovery hardisk/flasdisk belum digunakan, maka kemungkinan masih bisa direcovery. Hal ini lain jika kita manghapus dengan menggunakan software khusus, misalnya fasilitas shredder file, yang tidak akan bisa direcovery lagi.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Nikychoy Synyster Blog Copyright © 2011 - |- Template created by Niky Choy