Rabu, 15 Februari 2012

0 Pokok Pembahasan sosiologi

Pokok Pembahasan sosiologi

 Menurut Durkheim fakta sosial merupakan cara-cara bertindak, berpikir dan berperasaan yang berada diluar individu dan memiliki kekuatan memaksa yang mengendalikannya.
Sebagai salah satu contoh yang dipaparkan oleh Durkheim berhubungan dengan konsep sosial ini tentang pendidikan anak, dikemukakan bahwa sejak bayi, seorang anak diwajibkan makan, minum, tidur pada waktu-waktu tertentu, diwajibkan taat dan menjaga kebersihan serta ketenangan, diharuskan tenggang rasa terhadap orang lain, menghormati adat kebiasaan.  Dalam Durkheim (1965) dapat dijumpai unsur-unsur yang berhubungan dengan definisi fakta sosial yang dikemukakannya yaitu ada cara bertindak, berpikir dan berperasaan yang bersumber pada suatu kekuatan diluar individu, bersifat memaksa dan mengendalikan individu, dan berada diluar kehendak pribadi individu. Seorang anak yang tidak menaati cara-cara yang diajarkan akan mengalami sanksi dari suatu kekuatan luar.
Weber memberikan defini tentang sosiologi ialah suatu ilmu yang mempelajari tindakan sosial. Karena sosiologi bertujuan memahami mengapa tindakan sosial mempunyai arah dan akibat tertentu, sedangkan tiap tindakan memiliki makna subyektifbagi pelakunya, maka ahli sosiologi harus dapat membayangkan dirinya ditempat pelaku untuk dapat ikut menghayati pengalamannya. Sebagai contoh, hanya dengan menempatkan diri ditempat seorang pelacur atau seorang pelaku bunuh diri sajalah seorang ahli sosiologi dapat memahami makna subyektif tindak sosial mereka, memahami mengapa tindakan sosial tersebut dilakukan serta dampak dari tindakan tersebut.
Disamping itu Mills berpandangan bahwa manusia memerlukan khayalan sosiologi untuk dapat memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya. Untuk melakukannya diperlukan dua peralatan pokok yaitu yang dinamakan dengan personal troubles of milieu dan public issues of social structure.
Berger mengajukan berbagai citra yang melekat pada ahli sosiologi. Yaitu sebagai seseorang yang suka bekerja dengan orang lain, menolong orang, melakukan sesuatu untuk orang lain, seorang kritikus dibidang sosial, seorang yang melakukan reformasi sosial, seseorang yang pekerjaannya mengumpulkan data statistik mengenal prilaku manusia, oarang yang mencurahkan perhatiannya pada perkembangan metode ilmiah untuk dipakai dalam mempelajari fenomena manusia, dan seorang pengamat yang memelihara jarak, seorang manipulator manusia. Berger mengemukakan bahwa berbagai citra yang dianut orang tersebut adalah tidak tepat, keliru dan mneyesatkan.
Menurut Berger seorang ahli sosiologi bertujuan memahami masyarakat. Berger berpendapat bahwa daya tarik sosiologi terletak pada kenyataan bahwa sudut pandang sosiologi memungkinkan kita untuk memperoleh gambaran lain mengenal dunia yang telah kita tempati sepanjang hidup kita.
Konsep lain yang disoroti oleh Berger ialah konsep “masalah sosiologis”. Menurut Berger suatu masalah sosilogi tidak sama dengan suatu masalah sosial; masalah sosiologis menyangkut pemahaman terhadap interaksi sosial.
Sejumlah ahli sosiologi mengklasifikasikan pokok bahasan sosiologi kedalam dua bagian, ada pula yang membagi kedalam tiga bagian. Selznick dan Broom membedakan antara tatanan makro dan tatanan mikro, Douglas membedakan antara perspektif makrososial dan perspektif mikrososial, Johnson membedakan antara jenjang makro dan jenjang mikro, dan Collins membedakan antara sosiologi makro dan sosiologi mikro. Lenski mengemukakan bahwa dalam sosiologi terdapat tentang analisa: sosiologi mikro, sosilogi meso, dan sosiologi makro. Inkeles pun melihat bahwa sosiologi mempunyai tiga pokok bahasan yang khas yaitu hubungan sosial, institusi, dan masyarakat.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Nikychoy Synyster Blog Copyright © 2011 - |- Template created by Niky Choy