Jumat, 02 Maret 2012

1 Strategi Meraih Mimpi

Semangat belajar

 

Strategi Meraih Mimpi


Seorang petani sengaja membiarkan sebutir telur burung elang untuk dierami oleh induk ayam bersama dengan telur-telur lainnya dari sang induk ayam. Setelah menetas, tentu saja sang induk ayam mendidik semua anak-anaknya (termasuk yang berasal dari telur burung elang) untuk bertindak layaknya seekor ayam.

Oleh
Roy Sembel dan Sandra Sembel (Dirut Edpro, edpro@cbn.net.id)

Hari-hari berlalu, tanpa terasa sang ”anak” Elang pun juga semakin bertambah besar, bahkan ia terlihat jauh lebih besar dan berbeda dari Ayam-ayam lainnya. Pada suatu hari, ketika cuaca cerah, melintaslah seekor Elang dewasa di angkasa dengan gagah dan anggun.
Semua Ayam yang tengah berada di lapangan segera mencari perlindungan, demikian juga dengan anak Elang yang malang. Dari tempat persembunyiannya, anak Elang tadi berdecak kagum, ”Alangkah gagahnya burung yang terbang itu!” Saudara-saudara angkatnya terbahak dan mengejeknya, ”Jangan mimpi, kita ini hanya Ayam yang tidak bisa terbang tinggi di angkasa!”
Sang anak Elang pun percaya akan omongan ”saudara-saudara angkatnya”, ia tak pernah bermimpi untuk menjadi seekor burung Elang. Sampai akhir hayatnya, sang ”Elang” menjalani hidupnya sebagai Ayam yang tidak pernah merasakan indahnya terbang tinggi di angkasa.
Alangkah malangnya sang anak Elang dalam ilustrasi di atas. Kemalangan tersebut harus dialami hanya karena ia tidak punya ”mimpi”. Janganlah kita menjadi seperti anak Elang yang tidak berani bermimpi untuk menjadi seekor burung yang gagah perkasa, tanpa pernah mencobanya sekalipun juga.

Manfaat memiliki mimpi
Jika sang anak Elang dalam ilustrasi di atas memiliki mimpi untuk terbang gagah seperti Elang dewasa yang dilihatnya tersebut, maka mimpinya tersebut akan menuntun sang anak Elang untuk berusaha secara maksimal mengembangkan semua potensi yang ada dalam dirinya untuk meraih mimpi tersebut.
Demikian pula dengan orang yang memiliki mimpi dan ingin meraih mimpinya. Ia akan berusaha melakukan apa pun yang dianggap perlu, dan menggunakan semua fasilitas yang bisa ia dapatkan untuk meraih mimpinya. Dengan demikian, mimpinya ini telah mendorong ia untuk membuka kesempatan untuk mengembangkan diri secara optimal untuk merealisasikan mimpi tersebut.
Selain membuka kesempatan untuk mengembangkan diri, mimpi juga memberi arah bagi semua keputusan dan tindakan yang diambil. Nina yang mempunyai mimpi menolong orang-orang sakit yang tidak mampu dengan mendirikan Rumah Sakit bagi warga yang kurang mampu mengarahkan semua keputusan dan tindakan yang diambil untuk terwujudnya mimpi ini.
Setamat dari sekolah menengah, ia diarahkan oleh mimpinya untuk melanjutkan ke fakultas kedokteran. Lulus dari fakultas kedokteran, Nina diarahkan oleh mimpinya untuk mengambil kesempatan kerja praktik di beberapa rumah sakit untuk mendapatkan pengalaman lapangan. Ketika ada kesempatan untuk penempatan, ia juga diarahkan untuk dikirim ke daerah-daerah yang berada di bawah garis kemiskinan, agar dapat mengamati dan mengenal secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat yang kurang beruntung.
Sekembalinya dari praktik kerja, sambil berpraktik mengumpulkan uang, ia menyusun rencana dan persiapan untuk mendirikan rumah sakit dalam mimpinya. Ia juga menghubungi orang-orang yang bisa membantunya mewujudkan mimpi tersebut, misalnya: rekan seprofesi (misalnya: dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan ahli bedah) ataupun lintas profesi (misalnya: ahli keuangan, administrasi, arsitek, ahli teknologi informasi) untuk menyumbangkan sebagian waktu mereka untuk membantu yang tidak mampu, perusahaan-perusahaan ataupun perorangan yang bersedia menjadi donatur ataupun sponsor bagi pendirian rumah sakit tersebut. Mimpi Nina, telah membantu memberi arah untuk semua keputusan dan tindakan diambil.
Tanpa mimpi, kita tidak tahu apa yang perlu kita persiapan. Seperti cerita Nina di atas, mimpi mendirikan Rumah Sakit bagi masyarakat kurang beruntung telah membantu Nina untuk menyusun persiapan yang diperlukan guna meraih cita-citanya: dari persiapan pendidikan (mengambil jurusan kedokteran), pengalaman (melakukan kerja praktik di daerah kumuh), personel yang dapat membantu (menghubungi rekan-rekan seprofesi, dan rekan-rekan lintas profesi, dan lembaga-lembaga), dan juga pendanaan (mencari dan mempresentasikan konsepnya kepada donatur individu maupun perusahaan dan masyarakat umum).
Manfaat lainnya adalah antisipasi masalah. Penentuan arah dan persiapan membantu Nina untuk mengantisipasi masalah yang mungkin datang. Misalnya saja setelah arah ditentukan dan persiapan disusun, Nina sadar bahwa ia memerlukan dana yang tidak sedikit, serta perlu melibatkan jumlah personel yang cukup banyak.
Ia juga sadar bahwa keahliannya di bidang kesehatan perlu ditunjang dengan pengetahuan di bidang organisasi dan teknologi, serta jaringan relasi yang luas. Jika ternyata semua yang dibutuhkan ini belum dimiliki oleh Nina, maka inilah masalah yang bisa diantisipasi. Dengan demikian, Nina sudah bisa memulai mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani masalah ini.
Setiap kali satu langkah berhasil diraih untuk semakin dekat meraih mimpi, Nina merasa telah meraih sebuah prestasi. Mimpinya inilah yang telah memberikan kepadanya ”sense of achievement”. Dengan mimpinya, Nina bisa merasakan dan menghargai prestasi-prestasi kecil yang berhasil diraihnya. Nina juga bisa merasakan kelegaan setiap kali sebuah kendala berhasil dikendalikan, dan merasakan kepuasan ketika sebuah masalah berhasil dipecahkan.

Prinsip dasar menentukan mimpi
Zig Ziglar mengemukakan beberapa prinsip dasar yang perlu dipegang untuk meraih mimpi.
Meraih mimpi tidaklah semudah membalik telapak tangan, untuk itu diperlukan komitmen yang tinggi untuk meraih mimpi. Komitmen ini akan membuat kita tetap bertahan dan memiliki harapan ketika badai kesulitan menerpa.
Ray Kroc, pemilik restoran cepat saji McDonald’s memiliki mimpi untuk membangun usaha sendiri. Dalam upaya meraih cita-cita ini, Kroc harus menghadapi banyak tantangan, masalah, bahkan kegagalan sebelum akhirnya ia berhasil membangun kerajaan bisnis di bidang restoran cepat saji. Tanpa komitmen tinggi, pasti Ray Kroc sudah menyerah ketika beberapa kali kegagalan menghadang.
Mimpi yang besar sulit diraih tanpa melibatkan bantuan orang lain. Jadi, walaupun mimpi tersebut adalah mimpi kita, kita bisa saja melibatkan orang lain untuk membantu kita meraih mimpi tersebut.
Rafika yang memiliki mimpi agar semakin banyak orang yang mau ikut berkontribusi dalam tindakan melindungi bumi dari kehancuran, sadar betul kalau ia perlu melibatkan banyak orang. Setiap kali akan mencetak dokumen yang masih berupa draft, ia menggunakan kertas ”daur ulang” (kertas bekas yang baru dicetak pada satu sisi saja).
Kebiasaannya ini ”ditularkannya” pada keluarganya di rumah, rekan sekerjanya di kantor, keluarga jauh, teman dan sahabatnya. Ia juga bergabung dalam lembaga swadaya masyarakat yang memberi pengarahan kepada masyarakat sekitar kegiatan-kegiatan yang dapat membantu melindungi bumi dari kehancuran.

Strategi meraih mimpi
Prinsip-prinsip di atas perlu terus diingat bahkan perlu menjiwai strategi-strategi berikut yang disusun untuk meraih mimpi.
Mimpi yang kita miliki hendaknya memiliki fokus jangka panjang. Misalnya mimpi Hilton untuk memiliki jaringan hotel berskala internasional. Dengan fokus jangka panjang, kegagalan-kegagalan jangka pendek tidak akan membuat kita putus asa, melainkan memacu kita bangkit dan melanjutkan perjalanan meraih sukses.
Kegagalan-kegagalan ini bisa kita gunakan sebagai pelajaran berharga. Dalam menentukan mimpi ini, kita jangan dikelabui oleh kondisi saat ini (kemampuan, pengetahuan ataupun keterampilan kita saat ini), tapi perlu dilandaskan pada pengembangan ”potensi” yang kita miliki secara optimal.
Agar menjadi lebih mudah dan lebih praktis untuk ditangani, mimpi yang berfokus jangka panjang perlu dipecah-pecah menjadi langkah-langkah jangka pendek yang dapat digunakan layaknya seperti sebuah anak-anak tangga meraih sukses. Akan lebih mudah bagi kita untuk menapak dari satu anak tangga, ke anak tangga berikutnya yang disusun bertingkat dalam perjalanan kita meraih mimpi.
Seperti yang dialami Hilton dalam membangun jaringan hotelnya, ia memulainya dari kota kelahirannya, untuk kemudian berkembang ke negara bagian tempat ia dilahirkan, lalu ke seluruh penjuru di Amerika Serikat. Pengalaman dan kesuksesan berbisnis di dalam negara, membekali Hilton dan crew untuk kemudian merambah ke Amerika Selatan, Utara, dan berbagai tempat lainnya di seluruh dunia.
Tujuan jangka pendek ini perlu disusun menurut kriteria SMART, yaitu Specific (tidak terlalu luas), Measurable (dapat diukur secara kuantitatif), Attainable (dapat dicapai), Realistic (Realistis) dan Tangible with Target Date (Nyata dikaitkan dengan waktu). Misalnya saja, dalam satu lima tahun, departemen penjualan harus bisa menjual 5 juta unit komputer (berarti dalam 1 tahun 1 juta unit) dengan pembagian target: 50% dari tenaga penjual, 20% dari pameran dan iklan, serta 25% dari penjualan melalui pengiriman katalog dan internet.
Langkah selanjutnya adalah menerjemahkan tujuan-tujuan jangka pendek itu dalam bentuk tindakan nyata (aksi), yang disusun secara sistematis dalam skala prioritas dan waktu. Misalnya, untuk mencapai target 20% penjualan komputer dalam setahun (200,000 unit) melalui pameran, perlu disusun tindakan aksi.
Jika manajer pemasaran menyadari bahwa untuk menjual satu unit, perlu menyebar informasi pada 20 juta orang. Jika satu kali pameran bisa meraih rata-rata 1 juta orang, maka perlu diadakan 20 kali pameran dalam satu tahun. Lalu dipilihlah lokasi waktu, tempat, dan peristiwa-peristiwa penting untuk menyelenggarakan pameran yang mungkin meraih banyak orang.
Setelah tindakan disusun dan dijalankan, sebelum akhir masa periode yang telah direncanakan, perlu diambil tindakan evaluasi. Dari hasil evaluasi bisa terlihat, sudah seberapa jauh yang dapat kita realisasikan, apakah sesuai dengan target? Apa kendala yang dihadapi, apa tindakan perbaikan ataupun penyesuaian yang bisa kita lakukan agar kita tetap mampu meraih target dengan tepat waktu.
Hasil evaluasi bisa kita gunakan untuk menyusun tindakan perbaikan jika ternyata banyak hasil-hasil kecil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hasil evaluasi juga bisa kita gunakan untuk melakukan penyesuaian jika terjadi penyimpangan dari arah yang telah ditentukan. Semua ini dilakukan untuk memacu kita meraih target sesuai dengan yang telah direncanakan. Ataupun kalau keadaan tidak memungkinkan, kita bisa menetapkan target-target baru.
Mimpi memberikan banyak manfaat pada kita. Namun, untuk meraih mimpi tidaklah mudah. Beberapa prinsip perlu diperhatikan dan banyak strategi perlu disusun dan dijalankan. Yang perlu diingat adalah mimpi dapat membuat hidup kita lebih berarti. Jadi, selamat bermimpi dan meraih sukses! n

1 komentar:

  1. Successss....
    trims Motivasix ^_^



    Follow my blog

    hinatajannahphysics87.blogspot.com

    BalasHapus

 

Nikychoy Synyster Blog Copyright © 2011 - |- Template created by Niky Choy