Jumat, 15 Juni 2012

0 Jenis-Jenis Penelitian Pendidikan

Jenis-Jenis Penelitian Pendidikan –
Kadang-kadang kita tidak menyadari bahwa kegiatan yang kita lakukan di kelas memiliki ciri penelitian formal. Misalnya ketika kita mencoba metode mengajar yang baru, bahan ajar yang baru, atau menggunakan buku yang belum pernah kita gunakan sebelumnya, lalu kita bandingkan dengan apa yang kita lakukan tahun sebelumnya. Kita melakukan pengamatan, menganalisis, membuat hipotesis, mengevaluasi. Tetapi kita jarang melakukannya secara sistematis. Jarang mengobservasi dalam kondisi terkendali, jarang menggunakan instrumen yang tepat dan sahih. Jarang menggunakan variasi teknik penelitian dan metodologi yang tepat. Istilah „penelitian atau “research” dapat diartikan sebagai sesuatu yang “sistematis, hati-hati, studi dan investigasi yang teliti dalam area keilmuan tertentu, mengungkapkan fakta dan prinsip”. Betapapun juga dalam penelitian ilmiah selalu ada penekanan untuk mendapatkan „bukti untuk menunjang fakta atau prinsip. Oleh karena itu diperlukan METODOLOG
I dalam melakukan penelitian. Secara umum terdapat bebera jenis penelitian pendidikan yaitu:
1.Penelitianeksperimental
2. Penelitian korelasional
3. penelitian kausal komparatif
4. Penelitian survey
5. Penelitian kualitatif
6. Penelitian historis
7. Penelitian Tindakan Kelas
Masing-masing jenis penelitian di atas dapat dibahas sebagai berikut:
1. Penelitian Eksperimental
Merupakan penelitian yang paling mendekati metode ilmiah ü
Peneliti memberikan perlakuan yang berbeda pada dua kelompok, dan ü kemudian mempelajari efek perlakuan. Hasil dari penelitian ini interpretasi yang jelas dan lugas
Misalnya: Seorang guru biologi ingin mengetahui metode mengajar ü manakah yang efektif untuk mengajarkan konsep yang abstrak (misalnya fotosintesis). Maka ia dapat merancang suatu penelitian untuk membandingkan efektivitas dari dua macam metode mengajar untuk meningkatkan pemahaman siswa.
Metode mengajar yang digunakan ini disebut Variabel bebas Atau variabel perlakuan (misalnya metode inkuairi dan praktikum). Variabel ini tidak dapat dikuantifikasi langsung, namun kedua metode ini diuji efektivitasnya melalui tes hasil belajar siswa untuk konsep fotosintesis tsb. Nilai tes yang dicapai siswa disebut variabel tak bebas (dependent variable). Dalam eksperimen yang sederhana ini ada dua metode yang kontras untuk dibandingkan satu sama lain. Dalam hal ini diperlukan pula variabel pembanding atau pengendali yang disebut extraneous variable, misalnya tingkat kemampuan siswa, usia, jenjang kelas, bahan ajar, dan karakteristik guru, yang dapat berpengaruh terhadap hasil belajar selama berlangsungnya investigasi. Metode ini juga menghendaki adanya kesamaan dalam cara pengelolaan kelas selama periode waktu tertentu, dan kesamaan bahan ajar pada kedua kelompok, kesamaan usia, dan jenjang kelas siswa.
Bila hal di atas sulit dilaksanakan, peneliti dapat pula menggunakan ü kelas eksperimen dan kelas kontrol di sekolah yang sama. Namun hasilnya seringkali meragukan, karena ada berbagai kondisi yang berpengaruh terhadap jalannya penelitian.
2. Penelitian Korelasional
Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara dua variabel. ü
Misalnya: Seorang guru matematik ingin mengetahui individu yang ü bagaimana yang sering mengalami kesulitan dalam mempelajari aljabar. Bila kita dapat memprediksi secara tepat, maka kita dapat menganjurkan saran koreksi terhadap guru tersebut untuk menggunakan metode tertentu, sehingga anak senang belajar aljabar.
Untuk itu kita perlu mengumpulkan sejumlah informasi yang diperkirakan ü ada kaitannya dengan konsep aljabar seperti kinerja siswa dalam tugas logik mempelajari konsep aljabar (kemampuan menghitung, pemahaman konsep matematika, memecahkan soal-soal), kemampuan verbal, kebiasaan belajar, pengalaman siswa dalam belajar matematika atau pengalaman dengan guru matematika, dan informasi lain yang menyebabkan adanya siswa yang senang pelajaran aljabar, dan siswa yang membenci pelajaran aljabar.
Penelitian korelasional bertujuan untuk menyelidiki hubungan yang ü bermakna. Oleh karena itu dalam penelitian ini diharapkan tidak ada intervensi atau manipulasi yang dapat mempengaruhi hasilnya, kecuali instrumen penelitian yang diperlukan untk mengumpulkan data. Sampel haruslah individu yang sama
3. Penelitian Kausal Komparatif
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki akibat dari perbedaan diantara kelompok atau orang-orang ü
Misalnya guru ingin membandingkan apakah hasil belajar siswa dari ü keluarga dengan orang tua tunggal (single parent) lebih buruk dari pada siswa dari keluarga utuh. Untuk menyelidiki hal ini, guru harus memilih secara sistematis dua kelompok siswa (orang tua tunggal dan orangtua lengkap) – yang sesungguhnya (bukan manipulasi)
Setelah itu guru membandingkan hasil belajar mereka. Setelah nyata ü berbeda, guru tidak boleh segera menyimpulkan bahwa situasi keluarga mempengaruhi prestasi belajar siswa, sebab masih ada factor lain yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa
Interpretasi dari penelitian kausal komparatif adalah terbatas, karena ü peneliti tidak boleh menyimpulkan bahwa faktor tertentu dapat mempengaruhi tingkah laku yang diobservasi. Dalam contoh ini, guru tidak mengetahui (1) bahwa perbedaan prestasi mungkin disebabkan karena situasi rumah (2)status orangtua juga dapat menyebabkan perbedaan prestasi (3)adanya faktor lain yang berpengaruh.
4. Penelitian Survei
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang menentukan sifat spesifik dari suatu kelompok ü
Misalnya seorang kepala sekolah ingin mengetahui dampak dari kebijakan ü administrasi yang dilakukannya. Apakah siswa suka atau tidak suka terhadap kebijakannya? Kebijakan mana yang paling disukai, dan yang paling tidak disukai.
Suatu survey deskriptif perlu menyiapkan sejumlah pertanyaan yang ü dikemas dalam bentuk kuesioner atau angket untuk sejumlah besar responden atau individu, melalui surat, telepon, e-mail, sms, atau diberikan langsung. Jika menghendaki jawaban langsung dari responden, dapat melalui wawancara. Jawabannya kemudian ditabulasi, umumnya dalam bentuk frekuensi atau persentase dari setiap jawaban pertanyaan.
Kesulitan penelitian survey adalah (1) ada keraguan terhadap jawaban ü yang diberikan; apakah murni/jujur, tidak asal-asalan (2) pengembalian semua kuesioner secara lengkap agar dapat dianalisis dengan benar.
Manfaat dari penelitian survey adalah kemungkinan memperoleh sejumlah informasi dari sampel besar ü
Jika peneliti mengharapkan jawaban yang lebih rinci, maka dapat ü dilakukan melalui wawancara. Keuntungan wawancara adalah dapat membuat pertanyaan terbuka (melalui daftar pertanyaan), sehingga dapat diperoleh jawaban yang rinci dan mendalam.
5. Penelitian Kualitatif
Seorang peneliti dapat berharap untuk memperoleh potret lengkap dari ü proses pendidikan melalui penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti dapat memperoleh gambaran holistic yang terjadi dalam situasi atau setting khusus.
Misalnya: Bagaimana cara guru olahraga mengajarkan suatu materi? Apa ü yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan rutin sekari-hari? Apa yang dilakukan oleh siswa setiap hari? Kegiatan apa yang dilakukan setiap hari?
Untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan di atas, maka peneliti dapat ü melakukan ethnographic research, yang menekankan pada dokumentasi dan gambaran kegiatan atau apa yang dialami oleh individu, melalui observasi dan interview. Sebagai contoh, dapat dilakukan di suatu kelas di SD, di mana peneliti melakukan observasi atas kegiatan guru dan siswa secara penuh, utuh, dan kemudian mendeskripsikannya secara sangat rinci. Deskripsi ini merupakan potret dari suasana sosial di kelas tersebut; pengalaman intelektual dan emosional siswa; cara guru menghadapi siswa dari berbagai ras, etnik, jenis kelamin, kemampuan. Bagaimana peran siswa dan guru di kelas dipelajari, dimodifikasi, dan dimunculkan sebagai hal yang unik, pertanyaan guru, pertanyaan siswa dan sbagainya
Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang detail terhadap ü individu atau kelompok yang diteliti, sehingga dapat disebut sebagai studi kasus.
6. Penelitian Sejarah
Penelitian ini berkaitan dengan aspek yang terjadi di masa lalu. Data ü diperoleh melalui penelitian dokumen, atau wawancara dengan individu yang hidup pada masa itu. Penelitian ini berupaya untuk merekonstruksi setepat mungkin tentang apa yang terjadi pada masa itu dan menjelaskannya.
Misalnya, Seorang koordinator kurikulum di sekolah, ingin mengetahui ü tentang argumentasi yang terjadi di masa lalu tentang kurikulum kelas 12. Untuk itu ia harus membaca berbagai hasil penelitian sosial dan teori kurikulum yang kemudian perlu diperbandingkan
7. Penelitian Tindakan kelas
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bersifat situasional, berkaitan dengan ü mendiagnosis masalah dalam konteks tertentu, misalnya masalah di kelas atau di sekolah. Masalah berangkat dari praktek pembelajaran sehari-hari yang benar-benar dirasakan oleh guru atau siswanya. Kemudian diupayakan penyelesaiannya demi peningkatan mutu pendidikan, prestasi siswa, profesi guru, dan mutu sekolahnya dengan jalan merefleksi diri sebagai praktisi dalam pelaksanaan tugas-tugasnya dan sekaligus secara sistematik meneliti praksisnya sendiri
Penelitian tindakan kelas merupakan upaya kolaboratif antara guru ü dengan siswanya, bersifat „self evaluative yaitu modifikasi praksis yang dilakukan secara kontinyu dan dievaluasi dalam situasi yang terus berjalan di samping memperbaiki praksis pembelajarannya

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Nikychoy Synyster Blog Copyright © 2011 - |- Template created by Niky Choy