Selasa, 01 Februari 2011

0 RIM Bersedia Blokir Situs Porno di Indonesia

RIM Bersedia Blokir Situs Porno di Indonesia

Research in Motion (RIM), perusahaan pembuat dan pemilik jaringan telepon BlackBerry asal Kanada, berjanji akan membuat filter utuk memblokir situs-situs  porno pada jaringan internet mereka di Indonesia.
Seperti dikutip dari ZDNet Asia, RIM menyatakan bahwa pembuatan filter tersebut merupakan prioritas utama. RIM akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan semua  perusahaan telepon seluler penyelenggara layanan BlackBerry untuk mengimplementasikan pemblokiran tersebut.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring mengancam menghentikan layanan akses Blackberry di Indonesia jika RIM tidak memblokir konten porno pada batas waktu yang ditentukan, 21 Januari 2010.
Menyusul rencana tersebut, protes para pengguna BlackBerry pun merebak. Namun, protes itu tidak menyurutkan niat Tifatul untuk memblokir layanan akses Blackberry di Indonesia. Ia tetap akan melakukannya jika RIM tak segera mengindahkan tututannya.
“Niat melarang layanan yang terindikasi tak patuhi hukum, walau tak populer, harus dilakukan agar ada kepastian dan dihormatinya hukum negeri ini,” kata Tifatul di laman twitter-nya @tifsembiring, Minggu malam, 9 Januari 2011. “Diskriminatif jika biarkan Blackberry lolos.”
Ancaman pemblokiran layanan Blackberry tidak hanya dilayangkan oleh pemerintah Indonesia. Negara-negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Saudi Arabia dan India mengancam pemblokiran terkait masalah keamanan.
Meski begitu ancaman tersebut dapat dihindari oleh RIM di Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab, sementara di India masih dalam perbincangan.
Indonesia merupakan pasar penting bagi RIM di Asia Pacifik. Berdasarkan laporan Boston Consulting Group pengguna Internet di Brazil, Rusia, China, India, dan Indonesia diperkirakan bertambah dua kalipat menjadi 1,2 miliar pada tahun 2015 dari 610 juta pengguna.
Sumber :  VIVAnews ?

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Nikychoy Synyster Blog Copyright © 2011 - |- Template created by Niky Choy