Rabu, 08 Oktober 2014

0 PERANAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN

Perkembangan   ilmu   pengetahuan   dan   teknologi   mempunyai   ciri   eksponensial
yaitu   semakin   lama   semakin   cepat,   karena   hasil   dari   suatu   tahap   menjadi   dasar   dan
alasan   bagi   tahap   selanjutnya.   Ditinjau   dari   peran   ekonominya   teknologi   merupakan
pendorong utama bagi penciptaan nilai tambah ekonomis. Nilai tambah ini dinikmati oleh
para   pelaku   ekonomi,   sehingga   menaikkan   kualitas   kehidupannya.   Dengan   naiknya
kualitas   kehidupan  maka   semakin   besar   pula  dorongan  untuk   penciptaan   nilai   tambah
agar   peningkatan   kualitas   hidup   itu   berkesinambungan.   Tidak   mengherankan   bahwa
bukan   saja   perkembangannya   semakin   cepat   tapi   peranan   ilmu   pengetahuan   dan
teknologi   dalam   masyarakat   modern   bertambah   lama   bertambah   penting.
Pengembangan   ilmu   pengetahuan   berjalan   aktif   di   segala   bidang   yaitu   kesehatan,
pertanian,   ilmu   ekonomi,   ilmu   sosial,   ilmu   pengetahuan   alam   dan   sebagainya.   Akan
tetapi jika diamati lebih teliti ada empat bidang ilmu pengetahuan dan teknoilogi strategis
yang   akan   menentukan   masa   depan   dunia,   dna   karena   itu   akan   berkembang   dengan
cepat   dan   dengan   prioritas   yang   tinggi   bagi   umat   manusia,   yaitu   :Material,   Energi,
Mikroelektronik  dan  Bioteknologi.   Secara  umum  teknologi   deawasa  ini   telah  merambah
kepada   berbagai   aspek   di   masyarakat,   tidakhnya   untuk   industri,   ekonomi,   sosial
maupun pendidikan dan khususnya pembelajaran.
Proses   dan   produk   teknologi   yang   dihasilkan,   tidak   semuanya   dapat
dimanfaatkan dan secara relevan dapat dimanfaatkan untuk pendidikan terutama   untuk
proses   dan   hasil   pembelajaran.   Produk   teknologi   seperti   bioteknologi,   mikroteknologi
dan   material   tidak   secara   langsung   diguanakn   sebagi   alat   dan   bahan   untuk
pembelajaran.   Dengan   demikian   teknologi   yang   secara   langsung   relevan   dengan
pembelajaran   adalah   disesuaikan   dengan   makna   pembelajaran   itu   sendiri.     Ase
Suherlan  (200  :   48)   mengemukakan  bahwa  pembelajaran  pada  hakikatnya  merupakan
komunikasi   yang   transaksional   yang   bersifat   timbal   balik   baik   diantara   guru   dengan
siswa   maupun   siswa   dengan   siswa   dan   lingkungan   belajar   dalam   upaya   mencapaian
tujuan   pembelajaran.   Dari   makna   pembelajaran   di   atas   terdapat   makna   inti   bahwa
pembelajaran   harus   mengandung   unsur   komunikasi   dan   informasi.   Dengan   demikian
produk   dan   proses   teknologi   yang   dibutuhkan   dalam   pembelajaran   sesuai   dengan karakteristik   tersebut.   Dengan  demikian  teknologi   yang  berhubungan  langsung  dengan
pembelajaran  adalah   teknologi   informasi  dan  komunikasi  (   Information  Communication
and Technology).
Teknologi   Informasi menekankan  pada  pelaksanaan  dan  pemprosesan  data
seperti   menangkap,   mentransmisikan,   menyimpan,   mengambil,   memanifulasi   atau
menampilkan   data   dengan   menggunakan   perangkat-perangkat   teknologi   elektronik
terutama  komputer.   Makna  teknologi   informasi  tersebut   belum  menggambarkan  secara
langsung kaitannya dengan sistem komunikasi, namum lebih pada pengolahan data dan
informasi.
Sedangkan  teknologi   komunikasi menekankan  pada  penggunaan  perangkat
teknologi   elektronika   yang   lebih   menekankan   pada   aspek   ketercapaian   tujuan   dalam
proses komunikasi, sehingga data dan informasi yang diolah dengan teknologi informasi
harus   memenuhi   kriteria   komunikasi   yang   efektif.   Sebagai   contoh   salah   satu   aplikasi
Teknologi   Informasi   dan   Komunikasi   adalah   videoconference,   yang   menggunakan
teknologi   informasi   untuk   menghubungkan  (networking)  antar   clien   dengan   fasilitas
internet,   pesan-pesan   yang   disampaikan   oleh   kedua   belah   pihak   diterima,   diolah,
dianalisis   dan   ditrasmisikan,   oleh   teknologi   informasi   sehingga   sampai   pada   masingmasing   pihak   melalui   internet   dengan   jaringan   satelit   atau   kabel.   Peran   teknologi
komunikasi   adalah   mengatur   mekanisme   komunikasi   antar   kedua   belah   pihak   dengan
cara   desain   komunikasi   yang   sesuai,   visualisasi   jelas,   pesan   teks,   suara,   video
memenuhi standar komunikasi, pengaturan feed back sehingga komunikasi berlangsung
menjadi dua arah.

Rabu, 17 September 2014

0 Jenis Jaringan yaitu


a.  Local Area Network (LAN)
Merupakan  jaringan  milik  pribadi  di  dalam  sebuah  gedung  atau
kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer.
b.  Metropolitan Area Network (MAN)
MAN  pada  dasarnya  merupakan  versi  LAN  yang  berukuran  lebih
besar  dan  biasanya  menggunakan  teknologi  yang  sama  dengan  LAN.  MAN
dapat  mencakup  kantor-kantor  perusahaan  yang  letaknya  berdekatan  atau
juga  sebuah  kota  dan  dapat  dimanfaatkan  untuk  keperluan  pribadi  (swasta)
atau umum.
c.  Wide Area Network (WAN)
Jangkauannya  mencakup  daerah  geografis  yang  luas,  seringkali
mencakup sebuah negara bahkan benua.
d.  Internet
Orang  yang  terhubung  ke  jaringan  sering  berharap  untuk  bisa
berkomunikasi  dengan  orang  lain  yang  terhubung  ke  jaringan  lainnya.
Biasanya  untuk  melakukan  hal  ini  diperlukan  sebuah  mesin  yang  disebut
gateway  guna  melakukan  hubungan  dan  melaksanakan  terjemaha n  yang
diperlukan,  baik  perangkat  keras  maupun  perangkat  lunaknya.  Kumpulan
jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.
e.  Wireless (Jaringan tanpa kabel)
Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komukasi yang
tidak  bisa  dilakukan  dengan  jaringan  yang  menggunakan  kabel.  Saat  ini
jaringan  tanpa  kabel  sudah  marak  digunakan  dengan  memanfaatkan  jasa
satelit  dan  mampu  memberikan  kecepatan  akses  yang  lebih  cepat
dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel

Rabu, 20 Agustus 2014

0 Puisi Kontemporer Di Indonesia


Dunia senantiasa berkembang, berubah dari waktu ke waktu. Hidup pun demikinan . Sastra yang merupakan salah satu blantik perekaman kehidupan selalu mencari bentuk yang lebih baru . Hal ini pun sejalan dengan sifat seniman yang selalu ingin menciptakan sesuatu yang baru, yang berbeda dengan sesuatu yang telah ada sebelumnya.
Puisi sebagai bagian dari sastra juga mengalami perkembangan, dari segi bentuk dan nafasnya. Dalam zaman sastra lama Indonesia kita mengenal bentuk-bentuk seperti mantra, bidal,pantun, syair yang kemudian muncul bentuk-bentuk puisi baru pada tahun 1930-an m misalnya saja sonata,kwatren,terzina,stanza,dan sebagainya. Pada tahun 1045 an dengan khairir anwar sebagai penyair garda depan saat itu memproklamasikan bentuk puisi yang lebih baru yang sering kita kenal dengan bentuk puisi bebas. Lalu pada tahun 1973 kita dikagetkan dengan munculnya puisi-puisi dengan bentuknya yang aneh dan ganjil menurut ukuran Indonesia. Puisi Kontemporer adalah bentuk puisi yang berusaha lari dari ikatan konvensional puisi iti sendiri. Misalnya saja Sutardji mulai tidak mempercayaik Kekuatan kata tetapi dia mulai berpaling pada Eksistensi bunyi dan kekuatannya. Danarto justru memulai dengan kekuatan garis dalam menciptakan puisi. Puisi kontemporer memang cenderung berbentuk aneh dan ganjil. Di samping Sutardji dan Danarto, juga Sapardi Djoko Damono, penyair lain mencanangkan bentuk puisi ganjil adalah : Ibrahim Sattah, Hamid Jabar, Husni Jamaluddin, Noorca Marendra, dan sebagainya.
Lebih jauh boleh dikatakan bahwa puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa,memakai kata-kata makian kasar,ejekan,dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambing intuisi,gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.
Puisi kontemporer dapat dibedakan menjadi :
1.Puisi Mbeling
Puisi ini memakai ungkapan yang blak-blakan, sederhana, tanpa menghiraukan diksi konvensional ataupun bunga-bunga bahasa. Biasanya mrngungkapkan kritik pada kehidupan masyarakat, tetapi dengan cara yang lucu dan tak brusaha terlampau berat.
2. Puisi tipografi
Puisi tipografi adalah puisi yang lebih mementingkan gambaran visual dari puisi tersebut. Dalam puisi tipografi seorang penyair berusaha mengekspresikan gejolak hatinya dengan lebih menonjolkan lukisan bentuk dari puisinya di samping melalui kata-kata tentunya.
3. Puisi Yang menentang idiom-idiom
Puisi –puisi semacam ini akan bersifat konvensional. Dengan menentang idiom konvensional maka puisi tersebut tidak lagi menghiraukan hubungan makna setiap kata, bahkan sering terjadi menjungkir balikkan hubungan makna tersebut.
4. Puisi yang membalik-balikkan struktur kata
Puisi ini mterliha mempermainkan suku-suku kata . Sampai-sampai kata-kata itu menjadi tidak bermakna .Tetapi hal itu tidak lantas menghilangkan makna totalitas puisi tersebut . Bahkan terasa menjadi sangat konkret. Dengan deretan kata yang dibolak-balikan susunan suku katanya bila diteriakkan keras-keras seperti teriakan nelayan di zaman bahari dulu . Bunyi-bunyi yang muncul dari kata-kata tak bermakna itu mengangkat imajinasi kita untuk membayangkan situasi pada masa bahari dulu, di mana nenek moyang kita sangat akrab dengan lautan.
5. Puisi yang lebih mengutamakan unsure bunyi
Puisi ini mengingatkan kita pada bentuk puisi mantra pada zaman sastra purba. Puisi mantar pun amat menonjolkan kekuatan bunyi. Bahkan menurut hemat nenek moyang kita dulu semakin kuat bunyi dalam mantara semakin tinggi nilai magis yang terkandung dalam mantra tersebut. Dan ternyata dalam perkembangan sastra Indonesia moderen,ada kencenderungan kembali pada bentuk mantra. Penyair garda depan yang memproklamasikan bentuk mantra ini adalan Sutardji dan ibrahim Sattah.
6. Puisi yang mengkombinasikan bentuk bahasa Indonesia dengan bahasa asing atau bahasa daerah
Puisi ini menggunakan berbagai bahasa dalam mengungkapkan aspa yang dimaksudkannya. Tentu saja hal ini mempersulit pemahaman pembaca yang tidak mengerti dan menguasai bahasa asing maupun bahasa daerah.
7. Puisi yang banyak menggunakan symbol daripada kata –kata atau kalimat.
Simaklah puisi Jeihan berikut ini
VVVVVVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVVVVVVV
V
VIVA PANCASILA
( Jeihan )











Rabu, 13 Agustus 2014

0 Contoh Penulisan Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

1.  --------------, 1995,  Buku Pedoman Geologi Lapangan,  Jurusan Teknik Geologi,
Fakultas Teknologi Mineral, ITB, Bandung.
2.  AVERY, T. E., 1977, Interpretation of Aerial Photographs, Burgess Publishing Company,
Minneapolis, Minnesota.
3.  BLATT, H.,   MIDDLETON, G.  &  MURRAY,  R., 1980,  Origin of Sedimentary Rocks,
Prentice-Hall, ISBN 0-13-642710-3.
4.  BLYTH, F.G.H and M.H. de FREITAS, 1974, A Geology for Engineers, English Language
Book Society, Edward Arnold Publishers Ltd. 41 Bedford Square, London WC 1B3DQ.
5.  BOGGS, S. JR., 1987, Principles of Sedimentology and Stratigraphy, Merrill Publishing
Company, ISBN 0-675-20487-9.
6.  CHARLES H. FLETCHER & GILL WISWAL, C., 1987, Investigating the Earth: A Geology
Laboratory Text, Wm C. Brown Publishers, Inc.

 

Nikychoy Synyster Blog Copyright © 2011 - |- Template created by Niky Choy